Home KesehatanOrang Tua Harus Paham Perbedaan Pilek dan Flu Pada Anak

Orang Tua Harus Paham Perbedaan Pilek dan Flu Pada Anak

Anak-anak merupakan prioritas utama dalam kehidupan bagi orang tua yang ada di dunia ini. Ketika anak mengalami sakit pastinya orang tua akan memberikan apapun untuk anaknya agar bisa cepat sembuh. Sebelumnya pasti orang tua tau pada kenyataannya anak lebih sering terkena pilek. Maka dari itu, orang tua harus mengantisipasi sakit pilek pada anak dengan obat pilek untuk anak. Walaupun begitu ketika kondisi anak mengalami gejala seperti batuk dan cairan di hidung keluar. Apakah orang tua tau anaknya sedang pilek atau terkena gejala dari flu? Maka dari itu, orang tua yang cermat harus bisa mengerti kondisi yang sedang menyerang pada anak.

Untuk mengetahui keadaan anak di sini orang tua harus tau perbedaan antara pilek dan flu agar penangan sakit pada anak tidak salah. Penangan sakit pada anak yang terkesan tradisional bisa dilakukan dengan menerapkan beberapa tips kesehatan untuk anak. Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai perbedaan yang tipis diantara pilek dan flu yang menyerang anak.

Gejala pilek pada anak umumnya dimulai dari keadaan tenggorokan yang mulai sakit dan terjadi peradangan. Dalam permasalahan tenggorokan yang dimaksudkan meradang ini akan hilang dalam maksimal jangka waktu 2 hari. Gejala lain yang menyusul ketika akan pilek adalah bersin-bersin dan hidung terasa tersumbat serta mengeluarkan cairan putih. Bukan hanya itu saja, pasti anak akan mengalami yang namanya demam ringan. Setelah mengetahui gejala pilek kali ini akan membahas tentang gejala flu pada anak. Gejala flu anak lebih menyakitkan dibandingkan pilek karena pada saat inilah anak akan merasakan tenggorokannya meradang, pusing, pilek, nyeri di beberapa bagian tubuh, dan anak akan mengalami batuk kering. Tentunya dibandingkan dengan pilek, flu adalah penyakit yang lebih parah untuk anak.

Dari penjelasan sebelumnya pasti orang tua sudah paham dengan penyakit yang diderita anak baik itu pilek atau flu karena gejala yang dialami sangatlah berbeda tipis. Jadi orang tua harus bisa berhati-hati untuk memberikan obat pada anaknya agar terhindar dari hal yang fatal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *